Selasa, 31 Oktober 2017



Ustaz Muhammad Idrus Ramli adalah tokoh anti syiah. Menurut keterangan dari Tgk. H. Mirza Gunawan, ST, MAP Sekjen Tastafi Lhokseumawe, K. H. Idrus Ramli akan mengisi pengajian Tastafi di Mesjid Jamik, pada Rabu 1 November 2017 pukul 10 pagi. Kyai akan didampingi oleh Aby Mudi yang sudah terkenal di Aceh sebagai putra sulung dari Abu Mudi. Nama kyai Idrus telah terkenal dalam kancah pembelaan faham Aswaja, khususnya yang dianut oleh Muslim Nusantara dan NU. Video diskusinya berhadapan dengan tokoh berbagai aliran telah beredar luas, jelas sekretaris Tastafi yang juga jebolan Dayah MUDI Mesra Samalanga ini.

Kiai kelahiran Rambipuji, Jember, 1 Juli 1975 ini selalu menyampaikan dasar dan dalil kuat berdasarkan perkataan ulama salaf. Cara bicaranya yang tegas dan mantap saat debat membuat lawan diskusi gelagapan. Ia belajar agama sejak kecil. Selama menamatkan sekolah di SDN Gugut, ia belajar dasar-dasar agama, Alquran, Tajwid dan gramatika Arab kepada Kiai Nasyith di Pondok Pesantren Nashirul Ulum. Ia mulai masuk pesantren Sidogiri tahun 1986 setamat SD. Ia mondok di Sidogiri hingga 2004. Tahun 1994, dia menjadi guru tugas di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Darut Tauhid, Injelan, Panggung, Sampang, Madura. Pernah juga mencicipi jalan-jalan ke Inggris dalam rangka studi komparatif atau studi banding. Dalam acara di Mesjid Jamik lhokseumawe nanti nya akan di adakan acara pembagian hadiah Doorprize Menarik berupa Tiket umrah gratis, DP umrah, Dispenser, kipas angin, Dvd player, setrika, baju koko, sejadah dan kain sarung.

Kiprah kyai Idrus dalam forum ilmiah bahtsul masail telah dimulai sejak 1996 ketika di pesantren Sidogiri. Selain aktif berdiskusi, Idrus Ramli juga berkiprah di dunia kepenulisan. Mulai menjadi staf redaksi Majalah Ijtihad (1995-1996), Pimpinan Redaksi Majalah Ijtihad (1997), Pemimpin Umum Buletin Istinbath (1998-2001), dan Pimpinan Redaksi Jurnal TAMASYA (2003), di Pondok Pesantren Sidogiri, dll.
Di luar pesantren, Idrus Ramli aktif menulis buku-buku seputar Aswaja dan amaliah NU. Buku karyanya yang laris antara lain Pintar Berdebat dengan Wahabi, Mazhab Asy’ari Benarkah Ahlussunah Waljamaah, Jurus Ampuh Membungkam HTI, dll. Pengalamannya dalam berdiskusi sudah tidak diragukan. Baik dalam membantah Wahabi maupun Syiah. Dari sekian banyak kiprah dan dakwah yang dijalani, selain keluasan ilmu dan ketekunan membela Aswaja, Persinggungan Idrus Ramli dengan Said Aqil Siradj juga cukup di bahas berawal di tahun 2010. Masa itu, K.H. Said Aqil Siradj yang menjabat sebagai Ketua Umum PBNU diisukan sebagai orang Syiah. banyak kalangan NU yang menyoroti tulisan-tulisan Kiai Said yang berbau Syiah. Maka dibukalah forum tabayun terhadapnya. Ini benar-benar praktik tabayun di kalangan ulama. Para kiai yang tergabung dalam Forum Kiai Muda (FKM) Jawa Timur bertemu di Ponpes Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo, asuhan K.H. Ali Masyhuri. Di tempat ini pula, pada 2009 para Kiai NU “menyidang” dedengkot JIL, Ulil Absar Abdalla.
Ustaz Idrus Ramli termasuk dalam FKM. Ia banyak menyoroti buku Kiai Said yang berbau Syiah. Debat terbuka itu berakhir dengan kesimpulan para kiai bahwa Kiai Said Aqil Siradj masih NU. Hanya beda keluasan ilmu dan kecerdasan yang terkadang tidak dipahami orang banyak. Selain itu, K.H. Said Aqil berjanji akan merevisi bukunya, Tasawuf Sebagai Kritik Sosial; Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi yang kontroversial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketua Rabithah Thaliban Banda Aceh : Pelaku Prostitusi Online Wajib Dicambuk

Banda Aceh, 07 April 2018 Ketua Rabithah Thaliban (Ikatan Santri Dayah Kota Banda Aceh) Abi Ismail M Husen menekan pihak yang berw...